Prof Sutan Nasomal Ingatkan Pentingnya Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Global

Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan nasional Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Jakarta, Koran Merah Putih News — Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH menyampaikan pandangannya terkait dinamika geopolitik internasional yang menurutnya semakin kompleks dan berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi serta keamanan berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media nasional dan internasional dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di Jakarta, Minggu (08/06/2026).

Dalam keterangannya, Prof Sutan Nasomal menyoroti meningkatnya persaingan ekonomi, perdagangan, dan pengaruh politik antarnegara yang menurutnya menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi global saat ini.

Geopolitik Global Dinilai Semakin Kompetitif

Menurut Prof Sutan Nasomal, perkembangan ekonomi dunia saat ini menunjukkan adanya persaingan yang semakin ketat antarblok ekonomi dan negara-negara besar.

Ia menilai keberadaan kelompok negara BRICS menjadi salah satu fenomena yang turut memengaruhi peta ekonomi global. Menurutnya, munculnya berbagai kekuatan ekonomi baru menjadi bagian dari dinamika internasional yang perlu dicermati secara objektif.

Prof Sutan Nasomal menyebut bahwa setiap negara memiliki kepentingan nasional masing-masing dalam menjaga stabilitas ekonomi, perdagangan, energi, dan sumber daya strategis.

"Persaingan global harus disikapi dengan bijak. Indonesia perlu melihat seluruh perkembangan dunia dengan mengedepankan kepentingan nasional serta kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Dampak berbagai konflik internasional dinilai tidak hanya dirasakan oleh negara yang terlibat secara langsung, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan dunia. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus menjaga keseimbangan dalam menjalankan hubungan internasional serta memperkuat ketahanan nasional.

Indonesia Diminta Fokus pada Ketahanan Nasional

Dalam pandangannya, Indonesia harus tetap menjaga posisi strategis dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Ia menilai ketahanan ekonomi, pangan, energi, dan stabilitas sosial harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Prof Sutan Nasomal mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar dan perlu dikelola secara optimal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

Menurutnya, pemerintah perlu memperkuat sektor ekonomi produktif, membuka lapangan kerja, serta menjaga stabilitas investasi agar Indonesia tetap mampu menghadapi berbagai tantangan global.

"Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas. Ketahanan ekonomi dan ketahanan negara harus diperkuat agar Indonesia mampu menghadapi berbagai dinamika yang terjadi di tingkat internasional," katanya.

Kepercayaan Publik Menjadi Faktor Penting

Selain ketahanan ekonomi dan politik, Prof Sutan Nasomal juga menilai bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin dan institusi negara merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional.

Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan publik perlu dibangun melalui komunikasi yang baik, transparansi, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat agar tercipta hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, persatuan nasional harus terus dijaga di tengah berbagai tantangan global yang dapat memengaruhi kondisi sosial maupun ekonomi dalam negeri.

"Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjaga persatuan, memperkuat ekonomi, dan menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama," tegasnya.

Prof Sutan Nasomal berharap Indonesia dapat terus memperkuat ketahanan nasional melalui pengelolaan sumber daya yang efektif, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, serta diplomasi yang mengedepankan kepentingan bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.


Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Redaksi KMPN

Editor: Han

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda