Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gayo Lues

Pengusaha Dump Truck Gayo Lues Pertanyakan Pembayaran Angkut BBM ke PLN Blangkejeren

Gambar
Pengusaha dan sopir dump truck Gayo Lues mendatangi kantor PLN ULP Blangkejeren untuk mempertanyakan pembayaran jasa angkut BBM pasca banjir. (Foto: Dokumentasi) GAYO LUES, Inti Fakta Nusantara — Sejumlah pengusaha dan sopir yang tergabung dalam Persatuan Dump Truck Kabupaten Gayo Lues mendatangi kantor PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Blangkejeren, Aceh, Senin (9/3/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk mempertanyakan kejelasan pembayaran ongkos angkut bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya digunakan untuk mendukung operasional pembangkit listrik pasca banjir di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sekitar 18 unit dump truck dikerahkan untuk mengangkut BBM dari wilayah Aceh Barat Daya menuju Kabupaten Gayo Lues dalam kondisi darurat guna menjaga pasokan listrik masyarakat. Namun para pemilik kendaraan dan sopir mengaku hingga saat ini pembayaran jasa angkut tersebut belum mereka terima. Nilai ongkos angkut yang disebutkan ber...

Dinas PUPR Aceh Dinilai Lamban Tangani Pascabencana, Jalur Blangkejeren–Aceh Timur Masih Terisolasi

Gambar
Kondisi jalan provinsi Blangkejeren–Aceh Timur yang terputus akibat longsor. (Foto: Istimewa) Gayo Lues, Koran Merah Putih News — Akses jalan provinsi Blangkejeren–Aceh Timur hingga kini masih terputus akibat longsor yang terjadi sejak 28 November 2025. Kondisi tersebut memicu keluhan warga Desa Pining, Kabupaten Gayo Lues, yang menilai penanganan pascabencana oleh Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berjalan lamban, Jumat (17/01/2026). Warga bahkan mendesak agar pengelolaan ruas jalan tersebut dialihkan menjadi jalan nasional apabila pemerintah provinsi dinilai tidak mampu melakukan penanganan secara cepat dan berkelanjutan. “Kalau memang tidak sanggup merawat jalan ini, lebih baik diserahkan menjadi jalan nasional. Jangan masyarakat terus menjadi korban,” ujar Mahlul, warga Desa Pining. Material longsor berupa tanah dan batu masih menutup badan jalan. (Foto: Istimewa) Longsor yang belum terta...

Diduga Dijual di Atas HET, Harga Beras Bulog di Gayo Lues Dikeluhkan Warga

Gambar
Tampak depan Kantor Bulog di wilayah Gayo Lues.  Gayo Lues, Koran Merah Putih News — Dugaan penjualan beras Bulog di atas harga kesepakatan dan indikasi praktik distribusi tidak sehat mencuat di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Sejumlah warga mengeluhkan harga beras Bulog yang dijual di salah satu toko di Kecamatan Blangkejeren, diduga mencapai Rp75.000 per kemasan 5 kilogram, jauh di atas harga yang telah ditetapkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga jual beras Bulog seharusnya berada di kisaran Rp65.000 per 5 kilogram. Ketentuan tersebut merujuk pada kesepakatan distribusi yang memberikan toleransi harga bagi mitra penyalur guna menutup biaya operasional dan memperoleh margin keuntungan yang wajar. Namun di lapangan, harga yang beredar dinilai telah melampaui batas kewajaran dan Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga memicu keresahan masyarakat. “Kami heran kenapa bisa dijual sampai Rp75 ribu. Selisihnya jauh dari harga yang ditetapkan. Kala...

Mahasiswa Soroti SPM Rp24,6 Miliar Belum Dibayar, Desak Evaluasi Tata Kelola Keuangan Gayo Lues

Gambar
Mahasiswa menyoroti persoalan SPM yang belum dibayarkan di Gayo Lues. (Foto: Istimewa) Gayo Lues, Koran Merah Putih News — Persoalan tata kelola keuangan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues kembali menjadi perhatian publik. Kalangan mahasiswa menyoroti informasi belum dibayarkannya Surat Perintah Membayar (SPM) dengan total nilai sekitar Rp24,6 miliar pada Tahun Anggaran 2025, yang dinilai berdampak langsung terhadap aparatur sipil negara (ASN), rekanan, serta perekonomian lokal. Baca juga: Rp7,8 Triliun Usulan R3P Pemkab Gayo Lues untuk Pemulihan Pascabencana Ketua BEM Universitas Syiah Kuala (USK) PSDKU Gayo Lues, Indra Syahputra , menyampaikan bahwa SPM yang telah diterbitkan seharusnya menjadi jaminan kepastian pembayaran atas belanja daerah yang telah melalui proses verifikasi administratif dan hukum. “SPM bukan sekadar dokumen administrasi. Ia merupakan perintah resmi negara untuk melakukan pembayaran. Ketika SPM diterbi...

lBelanja ATK dan Perjalanan Dinas di Gayo Lues Belum Dibayar, ASN Disebut Menalangi Pakai Uang Pribadi

Gambar
  Kantor Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Sejumlah belanja rutin daerah disebut belum dibayarkan dan menjadi sorotan terkait pengelolaan keuangan daerah.  Gayo Lues, Koran Merah Putih News — Kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues dilaporkan mengalami tekanan serius. Sejumlah belanja rutin, termasuk alat tulis kantor (ATK) dan biaya perjalanan dinas, disebut belum dibayarkan sehingga beberapa aparatur sipil negara (ASN) dikabarkan harus menalangi kegiatan menggunakan dana pribadi. Rabu (07/01/2026). Informasi yang dihimpun menyebutkan, keterlambatan pembayaran tersebut diduga berkaitan dengan pengelolaan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025. Sejumlah kegiatan disebut telah dilaksanakan, namun pencairan anggaran belum terealisasi hingga memasuki awal 2026. Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Gayo Lues, Ribuan Rumah Dilaporkan Terdampak “Kami tetap...

Banjir Gayo Lues Meluas, 105 Ruas Jalan dan 60 Irigasi Rusak Berat

Gambar
Kerusakan infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues dilaporkan meluas pascabanjir; puluhan titik jalan dan irigasi disebut mengalami kerusakan berat.  Gayo Lues, Koran Merah Putih News - Kerusakan infrastruktur akibat banjir di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dilaporkan semakin meluas. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat mencatat sedikitnya 105 ruas jalan serta 60 jaringan irigasi mengalami kerusakan berat, Senin (05/01/2026). Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gayo Lues, Chairuddin, ST, mengatakan banjir dengan debit air tinggi merusak sejumlah fasilitas umum, terutama infrastruktur yang berada di bantaran sungai. Dampak banjir juga dirasakan masyarakat, dengan sejumlah bangunan permukiman dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga hanyut. “Debit air yang sangat besar menyebabkan banyak bangunan di bantaran sungai rusak berat, bahkan sebagian hanyut,” ujar Chairuddin. Baca juga: Banjir bandang dan longsor terjang Gayo Lues, penanganan daru...

Kendaraan Tim Perbaikan Jaringan Terjun ke Jurang di Gayo Lues, Satu Teknisi Tewas

Gambar
Tim evakuasi bersama warga melakukan penanganan di lokasi kecelakaan kendaraan recovery di kawasan Ise-Ise, Kabupaten Gayo Lues. (Foto: Istimewa) Gayo Lues, Koran Merah Putih News — Sebuah kendaraan recovery milik tim perbaikan jaringan Telkomsel mengalami kecelakaan dan terjun ke jurang di kawasan turunan Erdogan, Ise-Ise, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Minggu (29/12/2025) sekitar pukul 12.45 WIB. Kendaraan yang mengangkut tujuh orang anggota tim tersebut diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman saat melintasi jalan menurun. Akibatnya kendaraan hilang kendali dan terperosok ke jurang dengan kedalaman diperkirakan lebih dari 70 meter. Dalam peristiwa itu, satu orang korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi, yakni Sahibur Ridho (41) , warga Sesik, Kampung Jawa. Sementara enam korban lainnya mengalami luka berat dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Baca juga: Dua Penderes Ge...

Dua Penderes Getah Pinus Ditemukan Tewas di Gayo Lues, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan

Gambar
Caption: Polisi menyelidiki temuan dua korban penderes getah pinus di kawasan Pegunungan Bur Roda, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Foto: Istimewa) Gayo Lues, Koran Merah Putih News — Dua pria penderes getah pinus ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di kawasan Pegunungan Bur Roda, Kampung Lukup Baru, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Aparat kepolisian menduga kuat keduanya menjadi korban tindak kekerasan, sementara satu rekan mereka yang tinggal di gubuk yang sama hingga kini belum diketahui keberadaannya. Kamis (25/12/2025) Baca juga: Muscab FPTI Gayo Lues Tetapkan Kepengurusan Baru Korban diketahui bernama Didi (38), warga Desa Gunung Sugih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, serta Hendra (38), warga Desa Ujung Barang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Keduanya merantau ke Gayo Lues untuk bekerja sebagai penderes getah pinus di kawasan pegunungan tersebut. Kapolsek Rikit Gaib, IPTU ...