Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

Prof Sutan Nasomal Apresiasi Penertiban Bangunan di Jawa Barat, Ingatkan Pemerintah Jangan Lupakan Nasib Masyarakat Terdampak

 

Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH menilai penertiban bangunan yang melanggar aturan merupakan langkah tepat, namun harus dibarengi perhatian terhadap masyarakat terdampak.

Bandung, Koran Merah Putih News — Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang melakukan penertiban terhadap bangunan-bangunan yang dinilai melanggar peruntukan dan tata ruang. Namun demikian, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tetap memperhatikan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak, Jumat (06/06/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media nasional dan internasional dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di kawasan Cijantung, Jakarta.

Menurutnya, berbagai bangunan yang berdiri di atas saluran air, bantaran sungai, fasilitas umum maupun lokasi yang tidak sesuai tata ruang memang perlu ditertibkan demi kepentingan masyarakat luas dan kelestarian lingkungan.

Penataan Ruang Dinilai Penting untuk Kepentingan Jangka Panjang

Prof Sutan Nasomal menilai penataan ruang yang baik akan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, keberadaan bangunan yang menghambat aliran air berpotensi memicu banjir serta menimbulkan berbagai persoalan lingkungan di masa mendatang.

"Penataan Jawa Barat akan membuka ruang yang baik antara alam dan manusia. Aliran air menjadi lancar, lingkungan lebih tertata, dan risiko banjir dapat ditekan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah penertiban yang dilakukan pemerintah pada dasarnya merupakan kebijakan yang benar apabila dilaksanakan sesuai aturan dan memperhatikan kepentingan masyarakat secara menyeluruh.

Pemerintah dan Masyarakat Perlu Duduk Bersama

Meski mendukung penertiban, Prof Sutan Nasomal mengingatkan pentingnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sebelum maupun setelah kebijakan dijalankan.

Menurutnya, banyak penolakan yang muncul bukan semata karena masyarakat tidak mendukung penataan wilayah, melainkan karena adanya kekhawatiran terhadap dampak ekonomi yang akan mereka hadapi setelah bangunan atau tempat usaha ditertibkan.

"Perlu ada musyawarah, dialog dan saling pengertian antara pemerintah dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, kesadaran hukum masyarakat akan tumbuh sehingga pelanggaran dapat diminimalisir tanpa menimbulkan konflik sosial," katanya.

Ia menilai pendekatan yang humanis akan lebih efektif dalam membangun kesadaran masyarakat dibandingkan pendekatan yang hanya berorientasi pada penindakan semata.

Jangan Sampai Penertiban Mengabaikan Kesejahteraan Rakyat

Prof Sutan Nasomal juga mengingatkan bahwa keberhasilan penataan wilayah tidak hanya diukur dari tertibnya bangunan dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah perlu membuka ruang lapangan kerja, pemberdayaan ekonomi, serta solusi yang berkeadilan bagi warga yang terdampak kebijakan penertiban.

"Kebijaksanaan dan keadilan harus berjalan beriringan. Penataan harus dilakukan, tetapi pemerintah juga perlu memastikan masyarakat tidak kehilangan harapan dan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," tegasnya.

Penataan wilayah yang baik dinilai dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Namun, kebijakan tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga agar pembangunan yang dilakukan benar-benar menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.


Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Redaksi KMPN

Editor: Han

BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...