Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

GAMKI Buru Apresiasi Peran Yonif 733 dan Tim Intel dalam Penataan Gunung Botak, Dorong Pengamanan Berkelanjutan

Launching penataan kawasan tambang emas Gunung Botak di Kabupaten Buru menjadi langkah awal menuju pengelolaan tambang yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

BURU, Koran Merah Putih News — Launching penataan kawasan tambang emas Gunung Botak yang berlangsung di Jalur H, Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Selasa (09/06/2026), dinilai menjadi momentum penting dalam upaya penertiban aktivitas pertambangan sekaligus membuka peluang pengelolaan sumber daya alam yang lebih tertib dan terukur.

Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kabupaten Buru menyampaikan apresiasi kepada personel Yonif 733/Masariku bersama unsur intelijen yang dinilai berkontribusi menjaga stabilitas keamanan kawasan hingga pelaksanaan launching dapat berlangsung aman dan kondusif.

Ketua Bidang Lingkungan DPC GAMKI Buru, Erwin Solissa, menyebut keberhasilan pengamanan kawasan Gunung Botak merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam menjaga situasi di lapangan.

"Keberhasilan mengamankan Gunung Botak hingga dapat memasuki tahap launching merupakan bukti kerja keras, disiplin, dan soliditas aparat yang bertugas. Upaya tersebut menunjukkan hadirnya negara dalam menjaga ketertiban di wilayah yang selama ini menghadapi berbagai tantangan," ujar Erwin kepada media.

Pengamanan Dinilai Menjadi Kunci Keberhasilan Penataan

Meski memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan launching, GAMKI menilai bahwa proses penataan kawasan tambang Gunung Botak masih memerlukan pengawalan berkelanjutan agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Menurut Erwin, stabilitas keamanan menjadi faktor penting untuk menjamin aktivitas koperasi maupun pengelolaan tambang berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penataan kawasan tidak cukup hanya dengan seremoni peresmian, tetapi harus diikuti langkah konkret menjaga ketertiban serta mencegah munculnya kembali aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun sosial.

GAMKI juga mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pengelola koperasi agar proses penataan dapat berlangsung secara konsisten.

Menurutnya, keberadaan aparat keamanan tetap diperlukan guna mengantisipasi potensi konflik maupun aktivitas pertambangan ilegal yang dapat mengganggu jalannya program penataan kawasan.

Harapan Terhadap Dampak Ekonomi Masyarakat

Selain aspek keamanan, penataan Gunung Botak juga dipandang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Buru apabila pengelolaannya dilakukan secara transparan, tertib, dan berkelanjutan.

"Ini bukan hanya soal seremoni. Masyarakat berharap penataan Gunung Botak dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga dan pembangunan daerah ke depan," kata Erwin.

Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga momentum yang telah dibangun sehingga kawasan Gunung Botak mampu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek hukum, lingkungan, dan keamanan.

GAMKI menilai keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban kawasan Gunung Botak akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengelolaan tambang yang lebih profesional, tertib, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Buru dan Provinsi Maluku secara umum.


Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Fendi Waemese

Editor: Han

BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...