Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

Prof Sutan Nasomal Dukung Aspirasi Satu Dapil Aceh Singkil dan Subulussalam

Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH mendukung aspirasi masyarakat Aceh Singkil dan Kota Subulussalam terkait usulan pembentukan satu daerah pemilihan.

Aceh Singkil, Koran Merah Putih News - Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH berharap Presiden RI Prabowo Subianto dapat memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat Aceh Singkil dan Kota Subulussalam yang menginginkan kedua wilayah tersebut menjadi satu daerah pemilihan (dapil), Jumat (23/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Prof Sutan Nasomal saat menanggapi hasil diskusi yang digelar Forum Independent Peduli (FIP). Menurutnya, aspirasi masyarakat merupakan bagian dari hak demokrasi yang dapat disampaikan dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.

Ia berharap pemerintah pusat bersama lembaga terkait dapat mengkaji usulan tersebut demi mempermudah representasi politik masyarakat di wilayah Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.

Forum Independent Peduli Bahas Aspirasi Satu Dapil

Sebelumnya, Forum Independent Peduli (FIP) yang dipimpin Budi Hendrawan, Maksum Malau, dan Wajir Antoro menggelar forum diskusi di Mak Tuan Cafe. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, unsur pemerintahan hingga kalangan cendekiawan.

Dalam forum tersebut, para peserta menyatakan dukungan terhadap perjuangan menjadikan Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam sebagai satu daerah pemilihan pada agenda politik mendatang.

Hasil kesepakatan forum kemudian dituangkan dalam notulen yang disetujui seluruh peserta yang hadir. Berbagai masukan, pandangan, serta strategi juga disampaikan dalam sesi diskusi sebagai bagian dari upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Tokoh Daerah Sampaikan Pandangan

Tokoh masyarakat Aceh Singkil, H. Wahidin, menyampaikan bahwa setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan, baik tenaga, waktu maupun pemikiran. Ia mengingatkan bahwa proses pemekaran daerah yang pernah diperjuangkan sebelumnya juga membutuhkan perjalanan panjang hingga berhasil terwujud.

Sementara itu, penggiat solidaritas masyarakat dan petani, Hitler Tumangger, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga semangat perjuangan melalui jalur konstitusional demi mewujudkan cita-cita bersama.

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Dzakirun Pohan S.Ag memaparkan sejumlah ketentuan terkait regulasi kepemiluan dan mekanisme penyampaian aspirasi kepada penyelenggara pemilu sesuai aturan yang berlaku.

Komitmen Mengawal Aspirasi Masyarakat

Penggagas forum, Budi Hendrawan, menyatakan siap menindaklanjuti hasil kesepakatan yang telah dicapai bersama. Menurutnya, aspirasi masyarakat tersebut akan terus diperjuangkan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum dan demokrasi.

"Kami akan terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi ini demi kepentingan masyarakat Aceh Singkil dan Kota Subulussalam. Harapan ini merupakan bagian dari keinginan masyarakat yang ingin memperoleh representasi politik yang lebih efektif," ujarnya.

Diskusi yang berlangsung hingga menjelang Magrib tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen seluruh peserta dalam memperjuangkan aspirasi yang telah disepakati.

Prof Sutan Nasomal berharap seluruh pihak dapat menyikapi aspirasi tersebut secara objektif dan terbuka sesuai mekanisme yang berlaku dalam sistem demokrasi Indonesia.


Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Redaksi KMPN

Editor: Han

BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...