Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

Warga Soroti Dugaan Rangkap Jabatan di Desa Waedanga, Minta Penjelasan Pemerintah

Warga Desa Waedanga mempertanyakan dugaan rangkap peran staf desa yang juga mengelola PAUD di Dusun Wamtihut, Kecamatan Fenalisela, Kabupaten Buru.
Dugaan staf desa sekaligus mengelola PAUD memunculkan pertanyaan warga terkait pemerataan kesempatan dan kesesuaian dengan aturan administrasi pemerintahan desa.

Buru, Koran Merah Putih News — Dugaan rangkap peran seorang staf di Desa Waedanga, Kecamatan Fenalisela, Kabupaten Buru, menjadi perhatian warga setempat. Seorang perempuan berinisial HT disebut menjalankan tugas sebagai staf desa sekaligus pengelola PAUD di Dusun Wamtihut, Kamis (28/05/2026).

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait mekanisme penempatan jabatan serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan pemerintahan desa.

Sejumlah warga menilai persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak memunculkan spekulasi berkepanjangan di tengah masyarakat.

"Kami berharap ada penjelasan resmi dari pemerintah desa terkait status dan mekanisme jabatan tersebut, supaya masyarakat tidak berasumsi sendiri," ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan kepada wartawan.

Menurutnya, masyarakat Desa Waedanga memiliki sumber daya manusia yang dinilai mampu terlibat dalam pelayanan pemerintahan maupun kegiatan pendidikan masyarakat di desa.

"Banyak warga yang juga memiliki kemampuan dan berharap diberi ruang untuk ikut berkontribusi," katanya.

Dinilai Perlu Klarifikasi Berdasarkan Aturan

Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan mengenai status jabatan dimaksud, termasuk apakah kondisi tersebut telah sesuai dengan ketentuan administrasi pemerintahan desa.

Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, perangkat desa memiliki tanggung jawab menjalankan tugas pemerintahan secara profesional serta menghindari potensi konflik kepentingan dalam pelayanan publik.

Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan belum terdapat pernyataan resmi dari pihak berwenang yang menyebut adanya pelanggaran dalam persoalan tersebut.

Karena itu, seluruh pihak diminta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu penjelasan resmi dari pemerintah desa maupun instansi terkait.

Pemerintah Desa Belum Memberikan Tanggapan

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Waedanga maupun HT belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan.

Masyarakat berharap pemerintah kecamatan dan instansi terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan tata kelola pemerintahan desa berjalan sesuai aturan.


Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Redaksi KMPN

Editor: Han

BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...