Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

Lampung Perkuat Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Lewat Rakor Produksi Pangan 2026

Rapat Koordinasi Peningkatan Produksi Pangan Provinsi Lampung Tahun 2026 di Bandar Lampung
Rapat Koordinasi Produksi Pangan Tahun 2026 di Lampung menjadi langkah strategis memperkuat hilirisasi dan ketahanan pangan nasional.

Bandar Lampung, Koran Merah Putih News — Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sektor pertanian dan hilirisasi pangan melalui Rapat Koordinasi Peningkatan Produksi Pangan Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (26/05/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan dihadiri jajaran Kementerian Pertanian RI, Kementerian Pekerjaan Umum RI, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, organisasi petani, hingga pemangku kepentingan sektor pertanian.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa Lampung memiliki posisi strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan komoditas utama seperti padi, jagung, dan singkong.

“Kalau kita bisa meningkatkan produktivitas, bukan hanya hasil panennya yang naik, tetapi juga kesejahteraan petani, daya beli masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi daerah akan ikut terdorong,” ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, saat ini sekitar 1,3 juta petani di Lampung menggantungkan hidup pada sektor pertanian pangan. Karena itu, peningkatan produktivitas menjadi agenda prioritas pemerintah daerah dalam beberapa tahun ke depan.

Sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan disebut menyumbang sekitar Rp150 triliun atau 28 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Lampung.

Dari total luas wilayah Lampung sebesar 3,3 juta hektare, sekitar 1,2 hingga 1,3 juta hektare merupakan lahan pertanian aktif yang menopang kehidupan jutaan masyarakat.

“Lampung sejak lama menjadi daerah penyangga kebutuhan pangan berbagai wilayah di Indonesia,” kata Gubernur.

Gubernur juga menyoroti pentingnya intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga hasil pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, kebijakan harga gabah yang kini mencapai Rp6.500 per kilogram mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat pedesaan.

Hal tersebut ditandai meningkatnya penjualan kendaraan bermotor di sejumlah daerah hingga naiknya angka pendaftaran mahasiswa baru pada beberapa perguruan tinggi swasta di Lampung.

Menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045 dan ancaman krisis pangan global, Pemerintah Provinsi Lampung menekankan pentingnya modernisasi pertanian melalui intensifikasi, teknologi, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

“Target kita adalah menghadirkan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, instansi vertikal, BUMN, dan seluruh pihak dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” tegasnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian RI melalui Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan, Regulasi, dan Reformasi Birokrasi Tin Latifah menyampaikan dukungan terhadap percepatan swasembada pangan di Provinsi Lampung.

Kementan juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Tulang Bawang yang berhasil mencatat capaian luas tambah tanam sebesar 332 persen pada April 2026.

Pada Mei 2026, Provinsi Lampung bahkan berhasil masuk lima hingga enam besar nasional sebagai daerah kontributor pangan terbesar dengan capaian sekitar 62 persen.

Pemerintah berharap sinergi lintas sektor tersebut mampu memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu pilar utama ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.


Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Haryadi

Editor: Han

BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...