Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

Dari Legenda ke Layar Digital, “Kesatria Galesong” Jadi Gerakan Cinta Budaya Indonesia

Mengangkat legenda Sulawesi Selatan dengan sentuhan teknologi modern, film series ini menjadi ajakan menjaga identitas budaya di tengah globalisasi.

Makassar, Koran Merah Putih News — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, upaya menjaga warisan budaya menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi generasi muda.

Menjawab hal tersebut, film series “Kesatria Galesong” hadir sebagai salah satu inisiatif kreatif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal dengan pendekatan yang lebih relevan di era modern.

Mengangkat kisah legenda dari Sulawesi Selatan, karya ini tidak hanya berfokus pada aspek hiburan, tetapi juga berupaya menghadirkan kembali cerita tradisional melalui perpaduan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) serta distribusi media sosial.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani generasi lama dan generasi muda dalam memahami akar budaya mereka.

Di sisi lain, modernisasi yang terus berkembang juga membawa kekhawatiran akan semakin memudarnya nilai-nilai budaya di tengah masyarakat. Hal tersebut menjadi latar belakang lahirnya karya ini, sebagai refleksi sekaligus ajakan untuk kembali mengenali jati diri bangsa.

Salah satu pemeran dalam film tersebut menyampaikan bahwa “Kesatria Galesong” lahir dari semangat sederhana, yakni menghadirkan kembali kedekatan dengan tradisi.

“Kami tidak bermaksud menjadi yang paling hebat, tetapi ingin mengajak generasi muda untuk kembali mengenal budaya mereka sendiri. Jika ada yang tergerak untuk belajar atau sekadar penasaran, itu sudah menjadi kebahagiaan bagi kami,” ujarnya dalam perbincangan di salah satu warung kopi di Makassar, Rabu (8/4/2026).

Lebih jauh, film ini juga menghadirkan nilai-nilai kearifan lokal yang mulai jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Melalui alur cerita yang ringan dan visual yang menarik, karya ini diharapkan menjadi ruang belajar yang tidak kaku sekaligus tetap menghibur.

Pengamat budaya menilai bahwa inisiatif seperti ini patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya di tengah perubahan zaman. Namun demikian, pelestarian budaya tidak dapat bergantung pada satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Sebagai karya kreatif, “Kesatria Galesong” tidak hanya menawarkan tontonan, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga identitas budaya.

Hal ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak harus menghapus nilai tradisi, melainkan dapat berjalan berdampingan.

Pada akhirnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Melalui karya seperti ini, diharapkan generasi muda semakin terdorong untuk mencintai, memahami, dan melestarikan budaya bangsa sebagai bagian dari identitas yang tidak terpisahkan.


Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta menyajikan informasi secara berimbang dan bertanggung jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Muh Syibli

Editor: Han

BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...