Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

Mahasiswa Soroti SPM Rp24,6 Miliar Belum Dibayar, Desak Evaluasi Tata Kelola Keuangan Gayo Lues

Mahasiswa menyoroti persoalan SPM yang belum dibayarkan di Gayo Lues. (Foto: Istimewa)

Gayo Lues, Koran Merah Putih News — Persoalan tata kelola keuangan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues kembali menjadi perhatian publik. Kalangan mahasiswa menyoroti informasi belum dibayarkannya Surat Perintah Membayar (SPM) dengan total nilai sekitar Rp24,6 miliar pada Tahun Anggaran 2025, yang dinilai berdampak langsung terhadap aparatur sipil negara (ASN), rekanan, serta perekonomian lokal.

Ketua BEM Universitas Syiah Kuala (USK) PSDKU Gayo Lues, Indra Syahputra, menyampaikan bahwa SPM yang telah diterbitkan seharusnya menjadi jaminan kepastian pembayaran atas belanja daerah yang telah melalui proses verifikasi administratif dan hukum.

“SPM bukan sekadar dokumen administrasi. Ia merupakan perintah resmi negara untuk melakukan pembayaran. Ketika SPM diterbitkan namun tidak direalisasikan pada tahun anggaran berjalan, maka hal ini patut dipertanyakan secara serius,” kata Indra, Rabu (14/1/2026).

Menurut informasi yang beredar, dana sebesar Rp24,6 miliar tersebut disebut-sebut belum dibayarkan dan direncanakan akan direalisasikan pada triwulan pertama Tahun Anggaran 2026. Penundaan tersebut dikaitkan dengan keterbatasan kas daerah serta kebutuhan menutup kewajiban lain, termasuk pembayaran pajak kendaraan dinas.

Indra menilai, jika informasi tersebut benar, maka perlu ada penjelasan terbuka dari pemerintah daerah. Ia merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 serta Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 yang mengatur bahwa belanja daerah harus dilaksanakan sesuai dengan tahun anggaran, kecuali terdapat mekanisme sah yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Defisit atau keterbatasan kas tidak boleh serta-merta dijadikan alasan menunda kewajiban yang telah memiliki dasar hukum. Jika ada kendala, publik berhak mengetahui penjelasan resminya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKK) Gayo Lues belum memberikan keterangan resmi. Informasi yang diterima menyebutkan pejabat bersangkutan tengah menjalani perawatan kesehatan di luar daerah. Meski demikian, mahasiswa menilai institusi pemerintah tetap berkewajiban menyampaikan klarifikasi melalui pejabat yang berwenang.

Di sisi lain, dampak keterlambatan pembayaran disebut mulai dirasakan oleh sejumlah pihak, mulai dari ASN hingga rekanan pemerintah. Pelaku usaha lokal juga dinilai berpotensi terdampak karena belanja pemerintah merupakan salah satu penggerak utama roda ekonomi di daerah.

Atas kondisi tersebut, mahasiswa mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan lembaga pengawas terkait untuk melakukan penelusuran guna memastikan tidak adanya pelanggaran administrasi maupun hukum dalam pengelolaan keuangan daerah. Mereka juga meminta Pemerintah Kabupaten Gayo Lues membuka informasi secara transparan kepada publik.

“Kami mendorong adanya evaluasi menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang. Yang dipertaruhkan bukan hanya angka anggaran, tetapi kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” tutup Indra.

Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan BPKK terkait informasi tersebut.


Liputan: Aswadi

Editor: KoranMerahPutihNews.com

BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...