Banjir Gayo Lues Meluas, 105 Ruas Jalan dan 60 Irigasi Rusak Berat
Kerusakan infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues dilaporkan meluas pascabanjir; puluhan titik jalan dan irigasi disebut mengalami kerusakan berat.
Gayo Lues, Koran Merah Putih News - Kerusakan infrastruktur akibat banjir di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dilaporkan semakin meluas. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat mencatat sedikitnya 105 ruas jalan serta 60 jaringan irigasi mengalami kerusakan berat, Senin (05/01/2026).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gayo Lues, Chairuddin, ST, mengatakan banjir dengan debit air tinggi merusak sejumlah fasilitas umum, terutama infrastruktur yang berada di bantaran sungai. Dampak banjir juga dirasakan masyarakat, dengan sejumlah bangunan permukiman dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga hanyut.
“Debit air yang sangat besar menyebabkan banyak bangunan di bantaran sungai rusak berat, bahkan sebagian hanyut,” ujar Chairuddin.
Banjir bandang dan longsor terjang Gayo Lues, penanganan darurat dilakukan di sejumlah titik
Menurutnya, proses perbaikan infrastruktur menghadapi tantangan signifikan. Sejumlah lokasi terdampak hanya dapat dijangkau menggunakan alat berat melalui jalur darurat atau akses alternatif dengan waktu tempuh lebih lama. Selain itu, beberapa titik longsor berada di medan curam dan masih dalam kondisi labil sehingga menyulitkan mobilisasi peralatan.
“Kondisi badan jalan yang amblas serta potensi longsor susulan, khususnya di jalur utama Aceh Tenggara–Gayo Lues, membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Aspek keselamatan petugas di lapangan menjadi perhatian utama,” katanya.
Dinas PUPR Gayo Lues saat ini melakukan pemetaan teknis untuk menentukan skala prioritas penanganan dalam tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Pihaknya berharap dukungan dari pemerintah pusat, baik berupa bantuan teknis maupun pendanaan, dapat segera direalisasikan.
Chairuddin menegaskan, kerusakan infrastruktur tidak hanya berdampak pada terganggunya mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi logistik, pelayanan kesehatan, serta aktivitas perekonomian warga.
“Percepatan pemulihan sangat dibutuhkan karena menyangkut seluruh sendi kehidupan masyarakat, mulai dari akses pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga keselamatan warga. Koordinasi dengan kementerian terkait telah kami lakukan,” ujarnya.
Selain itu, Dinas PUPR mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Tim teknis bersama alat berat telah disiagakan di sejumlah titik rawan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan banjir dan longsor susulan.
Penulis: Aswadi
Kaperwil Aceh
```0
Komentar
Posting Komentar