Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

Rp7,8 Triliun Diajukan ke Pusat, Pemkab Gayo Lues Dorong Pemulihan Pascabencana Lewat Skema R3P

Kondisi infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues yang menjadi dasar pengajuan anggaran R3P ke pemerintah pusat. (Foto: Istimewa)

Gayo Lues, koranmerahputihnews.com — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengajukan anggaran sebesar Rp7,8 triliun kepada pemerintah pusat melalui Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Usulan tersebut disampaikan sebagai upaya membangun kembali Negeri Seribu Bukit yang selama bertahun-tahun menghadapi dampak bencana alam serta keterbatasan infrastruktur dasar, Selasa (13/01/2026).

Pemerintah daerah menyebut besaran anggaran tersebut merupakan hasil perhitungan riil atas tingkat kerusakan yang dialami masyarakat. Usulan ini dipandang sebagai kebutuhan mendesak agar Kabupaten Gayo Lues tidak terus tertinggal akibat akumulasi bencana serta minimnya fasilitas pendukung kehidupan warga.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gayo Lues, Mustafa, ST, menegaskan bahwa pengajuan anggaran tersebut bukanlah permintaan yang berlebihan.

“Ini bukan soal meminta lebih, melainkan kebutuhan nyata agar Gayo Lues tidak terus tenggelam,” ujarnya.

Dokumen R3P yang disusun pemerintah daerah mencakup lima sektor vital, yakni sektor permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi, serta lintas sektor. Dari total anggaran yang diusulkan, sekitar Rp4 triliun dialokasikan khusus untuk pemulihan infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, dan jaringan irigasi yang saat ini berada dalam kondisi kritis.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gayo Lues, Khairudin Kasiman, ST, menyebut kerusakan infrastruktur telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Infrastruktur kami dalam kondisi sangat kritis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, akses jalan yang rusak dan sulit dilalui menghambat distribusi hasil pertanian, bahkan menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah. Anak-anak sekolah harus mempertaruhkan keselamatan saat berangkat belajar, sementara ibu hamil dan warga sakit kerap menempuh perjalanan berjam-jam untuk memperoleh layanan kesehatan.

Di sektor permukiman, ratusan rumah warga masih berada dalam kondisi retak, rawan longsor, atau tergerus aliran sungai. Selain itu, fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan belum sepenuhnya pulih, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat belum kembali normal.

Bagi Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, dokumen R3P bukan sekadar dokumen teknis, melainkan peta harapan agar daerah tersebut tetap mendapatkan perhatian pemerintah pusat. Seluruh kebutuhan telah dihitung secara rinci, dan kini Gayo Lues menanti keputusan pemerintah pusat untuk membangun kembali Negeri Seribu Bukit yang aman, layak, dan berkelanjutan.


Penulis: Aswadi 

Keperwil - Aceh

BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...