Harga BBM Non-Subsidi Naik, Antrean Pertalite di Sampang Mengular
Antrean kendaraan memadati SPBU Jalan Jaksa Agung Suprapto Sampang setelah penyesuaian harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku pada Juni 2026.
Sampang, Koran Merah Putih News — Antrean kendaraan roda dua terlihat mengular di SPBU Nomor 54.692.02 yang berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kabupaten Sampang, Jumat (12/06/2026). Kondisi tersebut diduga dipicu meningkatnya jumlah pengguna Pertalite setelah penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan terlihat memanjang sejak siang hingga sore hari. Sejumlah warga mengaku memilih beralih menggunakan Pertalite karena dinilai lebih terjangkau dibandingkan BBM non-subsidi.
Salah seorang pengendara mengatakan dirinya kini lebih memilih Pertalite dibanding Pertamax karena selisih harga yang cukup tinggi.
"Kami berharap pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan yang dirasakan cukup memberatkan masyarakat kecil. Saat ini kondisi ekonomi masih sulit dan lapangan pekerjaan juga terbatas," ujarnya.
Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Peralihan ke Pertalite
Data yang beredar di masyarakat menunjukkan harga sejumlah BBM non-subsidi mengalami penyesuaian. Sementara Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan BioSolar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.
- Pertamax (RON 92) Rp16.250 per liter.
- Pertamax Green 95 Rp17.000 per liter.
- Pertamax Turbo Rp20.750 per liter.
- Dexlite Rp23.000 per liter.
- Pertamina Dex Rp24.800 per liter.
- Pertalite Rp10.000 per liter.
- BioSolar Subsidi Rp6.800 per liter.
Perbedaan harga yang cukup signifikan tersebut membuat banyak pengguna kendaraan memilih beralih ke Pertalite yang dinilai lebih ekonomis.
Akibatnya, antrean di sejumlah dispenser pengisian BBM subsidi terlihat lebih padat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sebagian warga bahkan mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan giliran pengisian.
RSUD dr Mohammad Zyn Perkuat Transformasi Layanan Kesehatan
Polres Sampang Ungkap Kasus Curanmor dan Penadahan
Nelayan Keluhkan Sulitnya Mendapat Solar Subsidi
Selain antrean Pertalite, keluhan juga datang dari kalangan nelayan. Sejumlah nelayan mengaku masih mengalami kesulitan mendapatkan solar subsidi akibat berbagai persyaratan administrasi yang harus dipenuhi.
Menurut mereka, kebutuhan bahan bakar menjadi faktor utama dalam menunjang aktivitas melaut. Karena itu, para nelayan berharap pemerintah dapat memberikan kemudahan akses terhadap BBM subsidi bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Para nelayan menilai aturan yang berlaku saat ini masih cukup rumit sehingga menyulitkan mereka memperoleh solar subsidi secara cepat dan tepat waktu.
Keluhan tersebut disampaikan sebagai bentuk harapan agar kebijakan energi nasional tetap berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya nelayan tradisional yang menggantungkan penghasilannya pada sektor perikanan.
Gerakan Pangan Murah Digelar di Sampang
Satlantas Polres Sampang Lakukan Ramp Check Bus Haji
Kondisi ini menunjukkan tingginya sensitivitas masyarakat terhadap perubahan harga BBM, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada kendaraan bermotor maupun sektor perikanan sebagai sumber mata pencaharian.
Pemerintah diharapkan memberikan perhatian serius terhadap dampak yang dirasakan masyarakat pasca penyesuaian harga BBM non-subsidi. Selain menjaga stabilitas pasokan energi, berbagai kebijakan pendukung juga dinilai penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas ekonomi rakyat kecil tidak semakin terbebani.
Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Redaksi KMPN
Editor: Han

Komentar
Posting Komentar