Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

Dana Desa Korobonde Jadi Sorotan, Warga Keluhkan Minimnya Transparansi Selama 8 Tahun

Kantor Desa Korobonde di Kabupaten Morowali Utara yang menjadi sorotan warga terkait transparansi pengelolaan dana desa dan program pemerintahan.

Morowali Utara, Koran Merah Putih News — Delapan tahun masa kepemimpinan mantan Kepala Desa Korobonde kini menjadi sorotan warga. Sejumlah masyarakat mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran desa, pelaksanaan program pembangunan, hingga penyaluran bantuan sosial yang dinilai belum terbuka kepada publik.

Keluhan warga muncul dari berbagai sektor, mulai dari kondisi fasilitas umum, aktivitas lembaga desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Karang Taruna, hingga pelayanan ambulans desa yang disebut membebani masyarakat.

Warga mengaku selama bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan laporan rinci penggunaan dana desa maupun penjelasan terbuka terkait program yang dijalankan pemerintah desa.

“Warga hanya mendengar ada anggaran turun, tapi tidak pernah dijelaskan rinci penggunaannya. Kami berharap ada keterbukaan supaya masyarakat tahu uang desa dipakai untuk apa,” ujar salah satu warga Dusun III.

BUMDes dan Program Desa Jadi Sorotan

Sorotan warga juga mengarah pada keberadaan BUMDes dan Karang Taruna yang dinilai belum berjalan maksimal meski disebut mendapat dukungan anggaran desa.

“Kalau memang ada anggaran besar untuk BUMDes dan Karang Taruna, masyarakat juga berhak tahu hasil dan kegiatannya seperti apa,” kata warga lainnya.

Selain itu, pelayanan ambulans desa turut dipersoalkan warga. Mereka mempertanyakan mekanisme pelayanan dan dugaan adanya pungutan biaya terhadap masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.

Warga juga meminta penyaluran bantuan sosial dilakukan secara terbuka agar masyarakat mengetahui mekanisme dan daftar penerima bantuan.

Warga Desak Audit Dana Desa

Dalam aturan hukum, pengelolaan Dana Desa dan APBDes wajib dilakukan secara transparan, akuntabel, partisipatif, serta tertib sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Sejumlah tokoh masyarakat mendesak adanya audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa selama beberapa tahun terakhir untuk memastikan seluruh penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan.

Warga juga meminta Inspektorat Kabupaten Morowali Utara turun melakukan pemeriksaan administrasi maupun fisik terhadap program-program desa yang menggunakan anggaran negara.

Koran Merah Putih News menilai keterbukaan informasi publik dan pengawasan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang sehat dan akuntabel.

Hingga berita ini diterbitkan, mantan Kepala Desa Korobonde yang kembali maju dalam kontestasi pemilihan kepala desa belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai sorotan masyarakat tersebut.


Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Redaksi KMPN

Editor: Han

BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...