Mas’udi Hadiwijaya Perkuat Program “Mama Mau Naik Kelas”, Dorong Peningkatan Lulusan PTN di Madura

!--FOTO UTAMA-->

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang, Mas’udi Hadiwijaya (tengah), dalam kegiatan revitalisasi sarana pendidikan SMA, SMK, dan SLB di wilayah Madura. (Foto: Dokumentasi)

SAMPANG, Koran Merah Putih News — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Madura melalui program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah menengah.

Program tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan di SMA, SMK, dan SLB yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Program revitalisasi pendidikan tersebut memiliki total alokasi anggaran sekitar Rp47,8 miliar untuk 59 lembaga pendidikan di Madura.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang, Mas’udi Hadiwijaya S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas lulusan.

“Ruang kelas yang layak, laboratorium yang representatif, serta fasilitas praktik yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi persaingan pendidikan di tingkat nasional,” ujar Mas’udi.

Program tersebut berada di bawah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dikenal dengan konsep “Mama Mau Naik Kelas” atau Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas.

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah siswa Madura yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri setiap tahunnya.

Mas’udi menjelaskan bahwa strategi peningkatan penerimaan siswa di perguruan tinggi negeri dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari pemetaan potensi siswa hingga pendampingan akademik.

“Kami mendata siswa berprestasi untuk diarahkan mengikuti jalur seleksi prestasi. Kerja sama antara guru dan orang tua sangat penting untuk menentukan perguruan tinggi yang sesuai dengan kemampuan siswa,” jelasnya.

Selain itu, sekolah juga memberikan tambahan pelajaran serta bimbingan belajar khusus untuk mempersiapkan siswa menghadapi seleksi berbasis tes.

Untuk tahun 2026, tiga sekolah di Kabupaten Sampang ditetapkan sebagai lokus program penguatan pendidikan, yakni SMAN 1 Sampang, SMAN 3 Sampang, dan SMAN 1 Ketapang.

Diharapkan, model pembinaan dari sekolah-sekolah tersebut dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan strategi tembus perguruan tinggi negeri.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Madura melalui penguatan pendidikan.


Penulis: Hairil - Kaperwil Jatim
Editor: Han

Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang, Mas’udi Hadiwijaya (tengah), dalam kegiatan revitalisasi sarana pendidikan SMA, SMK, dan SLB di wilayah Madura. (Foto: Dokumentasi)

SAMPANG, Koran Merah Putih News — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Madura melalui program revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah menengah.

Program tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan di SMA, SMK, dan SLB yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Program revitalisasi pendidikan tersebut memiliki total alokasi anggaran sekitar Rp47,8 miliar untuk 59 lembaga pendidikan di Madura.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sampang, Mas’udi Hadiwijaya S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas lulusan.

“Ruang kelas yang layak, laboratorium yang representatif, serta fasilitas praktik yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi persaingan pendidikan di tingkat nasional,” ujar Mas’udi.

Program tersebut berada di bawah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dikenal dengan konsep “Mama Mau Naik Kelas” atau Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas.

Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah siswa Madura yang berhasil diterima di perguruan tinggi negeri setiap tahunnya.

Mas’udi menjelaskan bahwa strategi peningkatan penerimaan siswa di perguruan tinggi negeri dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari pemetaan potensi siswa hingga pendampingan akademik.

“Kami mendata siswa berprestasi untuk diarahkan mengikuti jalur seleksi prestasi. Kerja sama antara guru dan orang tua sangat penting untuk menentukan perguruan tinggi yang sesuai dengan kemampuan siswa,” jelasnya.

Selain itu, sekolah juga memberikan tambahan pelajaran serta bimbingan belajar khusus untuk mempersiapkan siswa menghadapi seleksi berbasis tes.

Untuk tahun 2026, tiga sekolah di Kabupaten Sampang ditetapkan sebagai lokus program penguatan pendidikan, yakni SMAN 1 Sampang, SMAN 3 Sampang, dan SMAN 1 Ketapang.

Diharapkan, model pembinaan dari sekolah-sekolah tersebut dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan strategi tembus perguruan tinggi negeri.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Madura melalui penguatan pendidikan.


Penulis: Hairil - Kaperwil Jatim
Editor: Han

Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SMPN 27 Akhiri 2023 dengan Medali.

Kapolres Melawi AKBP Muhammad Syafi’i S.I.K., S.H., M.H Laksanakan Pembinaan Tradisi kepada Personel yang Naik Pangkat

Paud Ina Huke Lalen Antara Ada dan Tiada, Dinas P dan K Diminta Panggil Pengelola