Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

Defisit Jebol, UHC 2026 Masuk Zona Kritis: Sampang Dihimpit Pemangkasan Dana Pusat

Pembahasan RAPBD 2026 Kabupaten Sampang di tengah tekanan fiskal akibat pemangkasan dana transfer pusat.

Sampang — Menjelang penetapan RAPBD 2026, Kabupaten Sampang menghadapi tekanan anggaran yang cukup serius. Pemangkasan Transfer Ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat hingga Rp98,7 miliar membuat sejumlah program layanan dasar tertekan, termasuk Universal Health Coverage (UHC) yang selama ini menjadi jaminan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Dana UHC Tidak Cukup, Kekurangan Lebih dari Rp10 Miliar

Kepala Bappelitbangda Sampang, Hj. Umi Hanik Laila, menjelaskan bahwa alokasi dana UHC tahun 2026 berada jauh di bawah kebutuhan ideal.

“Dana UHC yang tersedia baru sekitar Rp44 miliar, sedangkan kebutuhan mencapai Rp54–56 miliar. Masih kurang lebih dari Rp10 miliar,” kata Hanik.

Ia menyebut tekanan fiskal tahun depan merupakan konsekuensi langsung dari pemangkasan dana pusat yang besar, sehingga memaksa daerah melakukan penyesuaian ketat pada berbagai sektor pembangunan.

Tekanan Fiskal Meningkat, Ruang Anggaran Menyempit

Penurunan TKD yang mencapai hampir Rp100 miliar membuat kemampuan daerah menopang program prioritas semakin terbatas. Menurut Hanik, efisiensi dan relokasi anggaran harus dilakukan demi menjaga keberlanjutan layanan dasar, terutama UHC yang sangat bergantung pada dukungan APBD.

Legislatif Akui Kondisi Berat

Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan, menyampaikan bahwa tahun anggaran 2026 berada dalam kondisi yang tidak ideal. Selain pemangkasan TKD, Kabupaten Sampang juga tidak menerima Dana Alokasi Umum (DAU) Infrastruktur dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

“Penurunan dana transfer sangat membatasi kemampuan fiskal daerah. Beban layanan kesehatan sejak sebelumnya saja sudah cukup berat,” jelas Rudi.

Meski demikian, DPRD memastikan tetap mendorong agar sektor-sektor yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat tidak terbengkalai.

Pemkab Pastikan Layanan UHC Tetap Berjalan

Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, memastikan bahwa program UHC tetap berjalan meskipun daerah sedang menghadapi tekanan anggaran yang berat.

“Walaupun ada pemangkasan besar, UHC tetap aman dan akan terus berjalan selama saya memimpin Kabupaten Sampang,” tegasnya.

Pemerintah daerah akan segera melakukan relokasi dan penyesuaian anggaran untuk menutup kekurangan UHC sebelum RAPBD 2026 ditetapkan.

“Apapun caranya, dana UHC wajib terpenuhi,” ujar Bupati.

Dampak Bagi Masyarakat

Kekurangan dana UHC berpotensi memengaruhi:

  • keberlanjutan jaminan kesehatan gratis bagi warga
  • operasional fasilitas layanan kesehatan dasar
  • dukungan anggaran bagi tenaga kesehatan
  • kepastian akses layanan kesehatan bagi masyarakat

Pemkab Sampang kini dituntut memastikan layanan dasar tetap berjalan meski ruang fiskal daerah semakin terbatas.


Liputan: Han – Kaperwil Jatim

BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...