BREAKING NEWS

SOROTI DUGAAN PENGANCAMAN DENGAN PARANG DAN PENUTUPAN AKSES JALAN DI BAJENG, WARGA MINTA KEADILAN DAN KEPASTIAN HUKUM

 







GOWA, SULAWESI SELATAN — Dugaan pengancaman menggunakan parang, intimidasi saat mediasi di kepolisian, serta penutupan akses jalan menjadi persoalan serius yang dikeluhkan seorang warga di wilayah Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Warga tersebut berharap laporan yang telah disampaikan kepada pihak berwenang mendapat penanganan yang transparan dan berkeadilan.






Berdasarkan kronologi yang disampaikan kepada redaksi, peristiwa bermula pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 07.00 WITA, ketika warga tersebut memarkirkan mobil di depan SD Inpres Panciro, di kawasan yang disebut berada di depan rumah Basri Dg Sikki dan istrinya, Halijah Dg Kebo.





Saat itu, menurut pengakuannya, Halijah Dg Kebo sedang menyapu jalan hingga debu berterbangan ke arah mobil. Kendaraan kemudian ditinggalkan sekitar dua jam karena pemiliknya pergi mengambil peralatan ke rumah ketua RT.






Namun, ketika kembali, warga tersebut mengaku mendapati bagian kiri mobil, dari belakang hingga depan, telah dipenuhi coretan yang disebutnya masih baru. Ia juga menyatakan melihat Halijah Dg Kebo berada di sekitar kendaraan saat dirinya kembali.





Meski demikian, identitas orang yang mencoret mobil tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia. Dugaan keterlibatan seseorang tidak dapat disimpulkan hanya dari keberadaannya di lokasi.


Dugaan Pengancaman Berawal dari Persoalan Mobil





Persoalan semakin memanas pada malam hari. Setelah pemilik mobil memeriksa kendaraannya di Makassar dan menyampaikan kondisinya sekitar pukul 20.00 WITA, warga yang menyampaikan kronologi mengaku mendatangi lokasi untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas coretan tersebut.


Dalam keadaan emosi, ia berteriak meminta orang yang mencoret mobil keluar. Tidak lama kemudian, Basri Dg Sikki disebut keluar sambil membawa parang dan mempertanyakan apakah dirinya sedang dipanggil.


Menurut pengakuan warga tersebut, terjadi adu mulut. Ia menjelaskan bahwa dirinya mencari orang yang mencoret mobil, sedangkan Basri disebut membantah melakukan pencoretan.


Situasi kemudian diklaim semakin tegang. Warga itu menuduh Basri mengayunkan parang ke kiri dan kanan sambil menantang serta mengancamnya. Kepala dusun dan ketua RT disebut turun tangan untuk memisahkan keduanya.


Warga tersebut juga mengaku masih mendapat intimidasi setelah duduk di depan rumah. Ia menyatakan Basri menggores-goreskan parang pada tubuhnya sambil melontarkan tantangan.


Dugaan pengancaman ini perlu ditangani melalui pemeriksaan saksi, bukti pendukung, dan keterangan semua pihak. Hingga kini, keterangan mengenai kejadian tersebut masih bersumber dari pihak yang mengaku mengalami peristiwa itu.


Akses Jalan Menuju Rumah Warga Dipersoalkan


Selain dugaan pengancaman, warga tersebut turut mempersoalkan akses jalan menuju rumah Syamsinar Dg Siang.


Ia menuturkan bahwa pada malam setelah insiden tersebut, Basri bersama sejumlah anak muda diduga membongkar bagian jembatan cor yang menjadi akses masuk menuju rumah Syamsinar Dg Siang. Keesokan harinya, akses itu disebut ditutup menggunakan bangunan atau material sehingga tidak lagi dapat dilalui.


Menurut pengakuannya, persoalan penutupan jalan telah dilaporkan kepada pihak Kecamatan Bajeng. Namun, ia menyatakan belum melihat penyelesaian hingga kronologi ini disampaikan.


Persoalan akses jalan ini perlu mendapat perhatian pemerintah setempat, terutama untuk memastikan status jalan, dasar penutupan, serta dampaknya terhadap hak akses warga. Pemeriksaan lapangan dan klarifikasi dari pihak yang berkepentingan diperlukan agar persoalan tidak berlarut-larut.


Dugaan Penghinaan dan Ancaman Saat Mediasi di Polsek Bajeng


Warga tersebut juga mengungkapkan pengalaman yang menurutnya tidak menyenangkan ketika dibawa ke Polsek Bajeng oleh Bhabinkamtibmas desa pada malam kejadian. Ia menyebut kedatangannya bertujuan mengikuti mediasi dan mengaku diminta datang tanpa membawa teman.


Setibanya di kantor polisi, ia menyatakan Basri Dg S

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar