Prof. Sutan Nasomal Dorong Pembangunan Jalur Kereta Bogor–Puncak–Cianjur untuk Atasi Kemacetan

Pakar Hukum Internasional Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menyampaikan harapannya agar Pemerintah Republik Indonesia membangun jalur kereta api Bogor–Puncak–Cisarua–Cipanas hingga Cianjur Selatan sebagai solusi kemacetan sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

Jakarta, Daerah Khusus Jakarta, Koran Merah Putih News — Pakar Hukum Internasional sekaligus pemerhati kemasyarakatan, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., berharap Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat merealisasikan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Bogor, Puncak, Cisarua, Cipanas hingga Cianjur Selatan. Menurutnya, proyek tersebut berpotensi mengurangi kemacetan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Jawa Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal kepada sejumlah pimpinan redaksi media di Jakarta pada 30 Juni 2026. Ia menilai pembangunan jalur kereta api di kawasan Bogor–Puncak–Cianjur (Bopunjur) merupakan kebutuhan strategis mengingat tingginya kepadatan arus lalu lintas yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Pembangunan Jalur Kereta Dinilai Dorong Ekonomi dan Pariwisata

Prof. Sutan Nasomal meyakini pembangunan jalur kereta api Bopunjur akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat, pengembangan sektor pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi di wilayah Bogor, Puncak, Cisarua, Cipanas hingga Cianjur Selatan.

Menurutnya, perjalanan menuju kawasan wisata Puncak kerap memakan waktu cukup lama akibat kemacetan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan. Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat sekaligus memengaruhi daya saing destinasi wisata di kawasan tersebut.

"Saya berharap pembangunan jalur kereta api Bogor, Puncak, Cisarua, Cipanas hingga Cianjur Selatan dapat diwujudkan demi kepentingan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi," ujar Prof. Sutan Nasomal.

Ia menambahkan bahwa konektivitas transportasi yang lebih baik akan membuka peluang investasi baru sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur tersebut.

Dorong Investasi dan Pemerataan Pembangunan

Lebih lanjut, Prof. Sutan Nasomal menilai pembangunan jaringan perkeretaapian juga berpotensi menarik minat investor untuk berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur nasional. Ia mencontohkan sejumlah negara yang berhasil menjadikan transportasi kereta api sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi wisata alam yang besar, namun masih membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi yang memadai agar akses masyarakat maupun wisatawan menjadi lebih mudah, cepat, dan aman.

Ia berharap pembangunan jalur kereta api tidak hanya difokuskan di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah strategis yang memiliki potensi ekonomi, pariwisata, serta sumber daya alam.

Harapan untuk Infrastruktur Transportasi Nasional

Prof. Sutan Nasomal menegaskan bahwa pembangunan jaringan kereta api diyakini mampu mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi transportasi, memperluas penyerapan tenaga kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Ia berharap usulan tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah dalam merancang pengembangan infrastruktur transportasi nasional, khususnya di kawasan Bogor, Puncak, Cisarua, Cipanas hingga Cianjur Selatan yang selama ini menjadi salah satu pusat mobilitas dan destinasi wisata nasional.


Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Redaksi KMPM

Editor: Han

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda