Kemarau Panjang Landa HSU, Penanaman Jagung di Pinangkara Terancam Gagal
AMUNTAI - Dampak kemarau panjang mulai dirasakan petani di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Lahan pertanian di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah dilaporkan tidak bisa ditanami jagung dalam beberapa bulan ke depan.
Hal itu terungkap saat Polsek Amuntai Tengah melakukan monitoring program swasembada jagung dan ketahanan pangan, Senin (28/9/2026) siang.
Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 12.00 Wita tersebut dipimpin oleh Bawas Aiptu Eko Yuli S bersama anggota jaga Aiptu Rofik PN, Aipda Iwan Krisnawan, dan Brigpol Juliansyah. Mereka menggunakan satu unit mobil patroli R4 dan alat komunikasi HT Motorola APX 1000.
Kapolsek Amuntai Tengah mengatakan, pengecekan rutin ini dilakukan untuk mengontrol perkembangan lahan jagung di wilayah hukumnya sekaligus mendukung program kemandirian pangan nasional.
"Tujuan kita adalah memantau langsung kondisi lahan petani, agar kebutuhan domestik terutama pakan ternak dan bahan pangan bisa terpenuhi melalui produksi sendiri," jelasnya.
Namun dari hasil pengecekan di Desa Pinangkara, petugas menemukan fakta bahwa kondisi lahan tidak memungkinkan untuk dilakukan penanaman akibat kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.
"Dalam beberapa bulan ke depan, sebagian besar lahan tidak bisa ditanam karena situasi kemarau panjang. Debit air di lahan petani sangat minim," ungkapnya.
Meski demikian, Polsek Amuntai Tengah menegaskan akan tetap melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi lahan dan debit air yang tergenang, serta menyiapkan rekomendasi langkah-langkah penanganan kepada pimpinan.
Kegiatan monitoring ketahanan pangan tersebut dilaporkan berjalan aman, tertib dan kondusif.
