Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

Korban “Mr. X” di Sampang Akhirnya Teridentifikasi, Penelusuran Langsung Soroti Misteri Sebelum Korban Tiba di RS

Korban “Mr. X” di Sampang Akhirnya Teridentifikasi, Penelusuran Langsung Soroti Misteri Sebelum Korban Tiba di RS

Jurnalis IFN melakukan penelusuran langsung di ruang jenazah RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang bersama petugas rumah sakit dan keamanan.
Jurnalis IFN melakukan penelusuran langsung di ruang jenazah RSUD dr. Mohammad Zyn didampingi petugas keamanan dan petugas rumah sakit untuk memastikan keberadaan korban yang sempat disebut sebagai Mr. X di Kabupaten Sampang.
Sampang, Koran Merah Putih News — Misteri identitas korban kecelakaan yang sempat disebut sebagai “Mr. X” di Kabupaten Sampang akhirnya mulai terungkap setelah dilakukan penelusuran informasi di RSUD dr. Mohammad Zyn dan lokasi dugaan kecelakaan di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Jumat (15/5/2026). Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dibawa ke RSUD dr. Mohammad Zyn tanpa identitas yang jelas. Karena belum diketahui identitasnya, korban sementara disebut sebagai “Mr. X” dan ditempatkan di ruang jenazah rumah sakit sambil menunggu proses identifikasi. Sebelum penelusuran dilakukan, klarifikasi lebih dahulu dilakukan kepada Kasat Lantas Polres Sampang IPTU Sulaiman, Kapolsek Kedungdung IPTU Syafriwanto, AKP Eko Puji Waluyo dari Polres Sampang, anggota Satlantas yang menangani kejadian, serta pihak RSUD dr. Mohammad Zyn. Dari hasil klarifikasi tersebut, seluruh pihak membenarkan adanya kecelakaan dan menyampaikan bahwa korban masih berada di rumah sakit sambil menunggu proses identifikasi. Namun informasi terkait identitas korban saat itu masih belum pasti. Bahkan informasi yang menyebut korban merupakan warga Kedungdung juga belum dapat dipastikan karena sebelumnya informasi korban telah disebarkan ke sejumlah pondok pesantren dan masyarakat sekitar. Penelusuran kemudian dilakukan langsung ke rumah sakit untuk memastikan kondisi korban di ruang jenazah.
Korban kecelakaan berada di ruang jenazah RSUD dr. Mohammad Zyn sebelum identitas dipastikan.
Korban kecelakaan yang sempat disebut sebagai Mr. X berada di ruang jenazah RSUD dr. Mohammad Zyn sebelum akhirnya diketahui berinisial M.A.
Sekitar pukul 19.28 WIB, penelusuran dilanjutkan ke lokasi dugaan kecelakaan di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Sampang. Di lokasi, dua tukang becak yang berada di sekitar TKP mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian. Tidak lama kemudian, diperoleh informasi bahwa sudah ada pihak yang datang memastikan identitas korban di rumah sakit sehingga penelusuran kembali dilakukan ke RSUD dr. Mohammad Zyn. Pihak yang datang tersebut diketahui merupakan Carek Desa Tambaan, Moh. Holik, yang hadir sebagai perwakilan desa sekaligus pihak keluarga setelah memperoleh informasi dari media dan masyarakat.
“Selisih sekitar satu menit pihak carek datang untuk memastikan identitas korban,” ujar petugas keamanan rumah sakit bernama Dika.
Carek Desa Tambaan dimintai keterangan terkait identitas korban di RSUD dr. Mohammad Zyn.
Carek Desa Tambaan, Moh. Holik, saat dimintai keterangan setelah memastikan identitas korban.
Moh. Holik mengaku awalnya datang untuk memastikan apakah korban tanpa identitas tersebut benar merupakan warganya.
“Awalnya kami hanya memastikan apakah benar korban ini warga kami atau bukan,” ujar Moh. Holik.
Dari hasil pengecekan tersebut, korban akhirnya diketahui berinisial M.A. (16), warga Dusun Gayam, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Korban diketahui merupakan seorang santri yang mondok di wilayah Gersampal, Kecamatan Omben, di bawah naungan KH Ahmad Ja’far Abd. Wahid. Sekitar pukul 21.00 WIB, saat proses pemulangan jenazah berlangsung, pihak rumah sakit kembali membenarkan bahwa korban memang sudah meninggal dunia saat tiba di RSUD dr. Mohammad Zyn.
“Korban saat tiba memang sudah meninggal dunia dan langsung dibawa ke ruang jenazah,” ungkap pihak RSUD dr. Mohammad Zyn saat dikonfirmasi.
Petugas rumah sakit dan aparat membantu proses pemulangan jenazah korban di Sampang.
Petugas RSUD dr. Mohammad Zyn bersama aparat membantu proses pemulangan jenazah korban setelah identitas dipastikan.
Sejumlah informasi yang berkembang di lapangan, mulai dari identitas korban yang sempat belum diketahui, keberadaan sepeda motor korban, hingga teman yang disebut sempat mengantar korban ke rumah sakit namun kemudian menghilang, masih menjadi perhatian masyarakat. Masyarakat berharap penanganan kasus ini terus dikawal agar seluruh kronologi peristiwa benar-benar terungkap dan tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Catatan Redaksi: Koran Merah Putih News menjunjung asas praduga tak bersalah serta melayani hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penulis: Hairil
Editor: Han
BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...