Prof Dr Sutan Nasomal Soroti Bahaya Mikroplastik dan Salah Kelola Lingkungan, Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Prof Dr Sutan Nasomal menyampaikan pandangan terkait bahaya mikroplastik dan kerusakan lingkungan. (Foto: Istimewa)
Jakarta, Koran Merah Putih News — Pakar Hukum Internasional sekaligus pemerhati lingkungan, Prof Dr Sutan Nasomal SE, SH, MH, menyoroti dampak serius akumulasi limbah plastik dan salah kelola kebijakan lingkungan yang dinilainya berkontribusi terhadap perubahan pola cuaca ekstrem dan krisis ekologis di Indonesia.
Ia menilai banyak pejabat negara tidak ditempatkan sesuai disiplin keahlian dan tupoksinya. Akibatnya, kebijakan yang diambil kerap tidak memperbaiki program yang ada, justru mengulang dari awal dan memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Menurut Prof Sutan Nasomal, selama 80 tahun kemerdekaan Indonesia, alam terus dieksploitasi tanpa keseimbangan. Tanah, air, dan udara yang seharusnya dikelola untuk kemaslahatan rakyat kini justru terancam oleh pencemaran sistemik.
Salah satu temuan yang disorot adalah hujan yang mengandung mikroplastik di sejumlah wilayah Indonesia. Secara ilmiah, hal itu terjadi akibat pencemaran udara, tanah, dan air laut oleh partikel plastik dari aktivitas industri dan konsumsi massal sejak dekade 1970-an.
Ia menjelaskan bahwa plastik dan styrofoam yang sulit terurai telah mencemari aliran sungai, laut, hingga air tanah. Dampaknya bukan hanya pada ekosistem laut, tetapi juga pada kualitas air dan kesehatan manusia dalam jangka panjang.
“Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin dalam 10 tahun ke depan udara yang kita hirup berada pada level beracun,” ujarnya kepada tim media di Jakarta, 11 Januari 2026.
Selain pencemaran, Prof Sutan juga menyoroti kesalahan tata ruang kota, khususnya wilayah pesisir. Menurutnya, penurunan tanah di kota-kota pantai merupakan akibat beban bangunan, deforestasi, dan ketidakseimbangan hidrologi.
Ia mengingatkan bahwa alam akan selalu memberikan reaksi ketika keseimbangan terganggu. Bencana adalah alarm alami atas kerusakan yang dilakukan manusia secara kolektif.
Prof Dr Sutan Nasomal menegaskan bahwa perbaikan hanya bisa dilakukan melalui kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, penempatan pejabat sesuai keahlian, dan kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan alam.
Ketahanan Pangan dan Lingkungan Desa Jadi Perhatian Nasional
Penulis: Redaksi Koran Merah Putih News
Komentar
Posting Komentar