Koran Merah Putih News
Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas
TERKINI
BerandaNasionalDaerahTNI / POLRIHukumPolitikPeristiwaEkonomiPendidikanKesehatanOpini

Dugaan Kekerasan Oknum Resmob Polres Maros Saat Malam Tahun Baru Jadi Sorotan

Caption: Ilustrasi kondisi korban usai dugaan kekerasan yang disebut melibatkan oknum aparat di Maros. (Foto: Istimewa)

Maros, Koran Merah Putih News — Dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan seorang oknum anggota Reserse Mobile (Resmob) Polres Maros berinisial AD terhadap seorang warga berinisial AB menuai perhatian publik. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada malam pergantian Tahun Baru di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (31/12/2025).

Informasi mengenai dugaan kekerasan itu mencuat setelah beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan korban dalam kondisi mengalami luka lebam di bagian wajah. Video tersebut kemudian beredar luas dan memicu sorotan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Kamis (1/1/2026), kejadian bermula saat korban menyalakan petasan di sekitar kawasan PTB, Maros, ketika suasana perayaan Tahun Baru berlangsung. Tidak lama berselang, oknum polisi tersebut datang dan mempertanyakan aktivitas yang dilakukan korban.

Pada awalnya, situasi sempat mereda setelah salah satu kerabat korban menyatakan bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Namun, beberapa waktu kemudian, oknum polisi kembali ke lokasi dan meminta korban ikut untuk dimintai keterangan.

Upaya penyelesaian secara persuasif disebut sempat dilakukan di tempat kejadian, termasuk adanya permintaan dari warga sekitar agar persoalan tersebut tidak diperpanjang. Meski demikian, situasi kembali memanas ketika oknum polisi tersebut datang lagi bersama rekannya.

Caption: Tangkap layar video yang beredar dan memicu perhatian publik terkait peristiwa di Maros. (Foto: Istimewa)

Korban kemudian diduga ditarik secara paksa dan mengalami tindakan kekerasan secara bersama-sama hingga menyebabkan luka pada tubuhnya. Tidak hanya itu, informasi yang diterima juga menyebutkan bahwa korban kembali diduga mengalami kekerasan saat berada di dalam ruangan oknum polisi tersebut.

Caption: Ilustrasi dokumentasi yang beredar di publik terkait dugaan rangkaian peristiwa pada malam Tahun Baru. (Foto: Istimewa)

Selain dugaan kekerasan fisik, korban juga disebut-sebut dituduh berada di bawah pengaruh minuman keras serta diminta menandatangani surat pernyataan damai. Dugaan rangkaian peristiwa ini menimbulkan sorotan serius karena melibatkan aparat penegak hukum.

Publik berharap penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Ridwan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Melalui pesan WhatsApp, Ridwan menyampaikan bahwa korban telah membuat laporan polisi.

“Iye sudah buat laporan mi,” ujar AKP Ridwan singkat.


Penulis: Sain

BAGIKAN:

Komentar

Koran Merah Putih

Berani Bicara • Berimbang • Terpercaya | Mengupas Fakta dan Integritas

Cari Blog Ini

Akses Jalan Dusun Wambasalhin Memprihatinkan, Warga Desak Pemerataan Pembangunan

Kondisi jalan rusak dinilai menghambat layanan kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat Buru, Maluku, Koran Merah Putih News — Warga Dusun Wambasalhin, Desa Lele, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang hingga kini belum mengalami perbaikan signifikan. Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, akses jalan menuju dusun tersebut masih berupa tanah dengan kondisi berlumpur saat hujan, tergenang di sejumlah titik, serta licin dan sulit dilalui kendaraan. Di beberapa bagian, warga juga harus melintasi aliran sungai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap akses layanan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan perekonomian. Baca juga: Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Masih Jadi Sorotan “Kalau ada warga sakit atau ibu hamil, kami kesulitan menuju fasilitas kesehatan karena kondisi jalan yang rusak,” ujar salah satu tokoh masyarakat melalui pesan...

Pria warga Lembasung meninggal dunia akibat tertabrak KA Kualastabas di Blambangan Umpu

Petugas melakukan evakuasi korban tertabrak KA Kualastabas di jalur rel Blambangan Umpu Way Kanan, Koran Merah Putih News — Seorang pria warga Kampung Lembasung, Kabupaten Way Kanan, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Kualastabas di jalur rel wilayah Blambangan Umpu, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban berinisial AL (49) ditemukan di sekitar jalur rel aktif yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Stasiun Blambangan Umpu. Baca juga: Kecelakaan Lain di Wilayah Jawa Timur Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Way Kanan, Leo Saputra, membenarkan adanya laporan dari warga terkait kejadian tersebut. “Begitu menerima informasi dari warga, kami langsung menuju lokasi bersama aparat kepolisian dan petugas terkait untuk melakukan penanganan sesuai prosedur,” ujarnya. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan petugas PT KAI langsung melakukan evakuasi korban dari lokasi kejadian. Baca juga: Evakuasi Korban di Way Kanan Hingga saat ini, aparat kepolisian ma...

Kelurahan Rappokalling dan Tammua Berhasil Mendamaikan Perang Kelompok yang Dilakukan oleh Para Pemuda

MAKASSAR, koranmerahputihnews.com - Kelurahan Rappokalling dan Tammua berhasil mendamaikan perang kelompok yang dilakukan oleh para remaja. Pertemuan tersebut diadakan di Warkop BANG IPUL Jl. Rappokalling Raya No. 37, dihadiri oleh Lurah Rappokalling, Babinsa, Kamtibmas, RT/RW, Tokoh Masyarakat serta Para pemuda dari kedua kelompok dan turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar H. Saiful. Kamis (6/11/2025) Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang penuh harapan. Lurah Rappokalling, Bapak Ismail Ilho, S.Sos menyampaikan pentingnya kedamaian dan kerjasama di lingkungan masyarakat. "Kami berharap bahwa ini adalah awal dari hubungan yang lebih baik antara para pemuda di Rappokalling dan Tammua. Terimakasih kepada kelurahan Rappokalling dan tammua, Babinsa, Binmas dan tokoh masyarakat hari ini kami sudah mendapatkan titik temu dengan para remaja menandatangi surat pernyataan, bahwa kedua bela pihak tidak akan mengulang kembali perang kelompok. Jika para remaja melakukan perang kelo...
Memuat artikel populer...
Memuat artikel terbaru...
Memuat rekomendasi...
Nasional
Memuat...
Hukum
Memuat...
Ekonomi
Memuat...