Diduga Tidak Layak Konsumsi, Menu MBG di SDN 03 Sindang Sari Lampung Utara Tuai Keprihatinan
Menu MBG yang dibagikan kepada siswa SDN 03 Sindang Sari menjadi perhatian pihak sekolah dan orang tua. (Foto: Istimewa)
Lampung Utara, koranmerahputihnews.com — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 03 Sindang Sari, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, menuai sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan kondisi makanan yang diduga tidak layak untuk dikonsumsi oleh siswa. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (12/01/2026) dan memicu keprihatinan pihak sekolah serta masyarakat.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat menu MBG yang diterima para siswa berupa nasi putih, telur setengah matang, tumisan, tempe bacem dengan aroma tidak sedap, serta buah anggur yang tampak busuk dan berlendir. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran akan keamanan dan kelayakan makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak sekolah dasar.
Kepala SDN 03 Sindang Sari, Ida Yulia Mega, menyampaikan rasa kecewa dan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi serupa bukan kali pertama terjadi. Pihak sekolah, menurutnya, telah beberapa kali menyampaikan pengaduan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum memperoleh respons maupun tindak lanjut yang jelas.
“Ini bukan kali pertama kami menerima menu seperti ini. Beberapa kali juga saya sudah melakukan pengaduan, tetapi tidak ada respons dari pihak SPPG,” ujar Ida Yulia Mega.
Pihak sekolah menegaskan bahwa laporan tersebut bukan tudingan tanpa dasar. Kejadian ini telah ditembuskan kepada pihak pendamping program, yakni Mardianto, yang diharapkan dapat menjembatani penyelesaian permasalahan kepada instansi berwenang.
Berdasarkan bukti visual yang beredar, makanan yang disediakan pihak pelaksana MBG tersebut diduga tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi, sehingga dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan para siswa. Oleh sebab itu, pihak sekolah berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti secara serius.
Pihak SDN 03 Sindang Sari menegaskan komitmennya untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik, serta meminta agar distribusi MBG ke depan diawasi lebih ketat agar tujuan program peningkatan gizi anak dapat tercapai secara maksimal.
Liputan: Haryadi
Editor: Redaksi Koran Merah Putih News
Komentar
Posting Komentar