Satgas PRR Pusat Tinjau Pemulihan Pascabanjir di Gayo Lues, 16 Alat Berat Dikerahkan
GAYO LUES, 21 Oktober 2026 — Pemerintah pusat terus mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Sebanyak 16 unit alat berat telah dikirimkan untuk membantu penanganan dampak bencana dan mendukung pekerjaan pemulihan di wilayah terdampak.
Dukungan tersebut ditinjau langsung oleh Kepala Koordinator Wilayah Aceh II Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pusat, Brigjen TNI (Mar) Dr. Guslin Kamase, S.H., M.H., M.M., saat melakukan kunjungan ke Gayo Lues, Rabu (21/10/2026).
Dalam kunjungan itu, Guslin meninjau keberadaan alat berat yang telah didistribusikan serta sejumlah lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak banjir. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan penanganan bencana sekaligus memastikan dukungan pemerintah pusat dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Guslin menegaskan bahwa pengerahan alat berat harus diikuti pelaksanaan pekerjaan yang efektif, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Setiap pekerjaan harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada masyarakat, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh warga terdampak,” tegasnya.
Menurutnya, penggunaan sarana pendukung tersebut perlu diarahkan pada pekerjaan prioritas agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
16 Alat Berat untuk Mendukung Pemulihan
Perwakilan Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Rohani, menjelaskan bahwa alat berat yang dikirimkan ke Gayo Lues terdiri atas 13 unit ekskavator dan tiga unit trado.
Seluruh sarana tersebut direncanakan mendukung pelaksanaan pekerjaan di lapangan selama 20 hari ke depan.
“Semoga alat berat ini bermanfaat dan mampu mempercepat penanganan bencana,” ujarnya.
Pengerahan alat berat tersebut diharapkan dapat membantu pelaksanaan pekerjaan yang menjadi prioritas dalam penanganan dampak banjir. Meski demikian, hasil pemanfaatannya tetap perlu dilihat dari perkembangan pekerjaan di lapangan, termasuk sejauh mana sarana tersebut mampu mendukung pemulihan infrastruktur dan lingkungan terdampak.
Pemkab Gayo Lues Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gayo Lues, H. Irwansyah, S.Si., M.M., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Satgas PRR dan Kementerian Dalam Negeri, atas dukungan yang diberikan dalam proses pemulihan pascabencana.
Menurut Irwansyah, dukungan berupa pengerahan alat berat dan perhatian terhadap pembangunan hunian tetap sangat berarti bagi pemerintah daerah dalam menangani dampak banjir dan membantu masyarakat memulihkan kehidupan mereka.
“Ini sangat berarti bagi kami. Kehadiran pemerintah pusat untuk Gayo Lues betul-betul sangat kami rasakan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian serta dukungan bagi percepatan pemulihan pascabencana di daerah kami,” ungkapnya.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus diperkuat agar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemulihan Perlu Pengawasan dan Evaluasi
Percepatan pemulihan pascabanjir tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat berat, tetapi juga pada ketepatan penentuan prioritas, kesiapan lokasi, koordinasi pelaksana, dan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan.
Karena itu, penggunaan 16 unit alat berat tersebut diharapkan disertai evaluasi berkala sehingga perkembangan pekerjaan dapat diketahui dan pemanfaatan bantuan bisa dipertanggungjawabkan.
Selain penanganan infrastruktur dan lingkungan, pembangunan hunian tetap juga menjadi bagian penting dari upaya pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus berlanjut hingga berbagai tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi terlaksana sesuai rencana.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat pemulihan secara bertahap, dengan kebutuhan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
(Relawan Muda Suhaidi)

