BREAKING NEWS

IBITEK Dorong Dosen dan Mahasiswa Adaptif terhadap AI dan Technopreneur

 







Banjarmasin – Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK) terus berupaya mempersiapkan lulusan yang mampu mengikuti perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi pesatnya kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).





Rektor IBITEK, Dr. Yanuar Bachtiar, SE., M.Si., di acara Wisuda di Banjarmasin, Sabtu (10/10/2026) menegaskan, bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi harus berjalan beriringan dengan pemahaman bisnis. Perpaduan kedua kemampuan tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi persaingan dunia kerja dan dunia usaha yang semakin dinamis.


Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori bisnis atau memahami teknologi secara terpisah.


Mereka juga perlu memiliki kemampuan mengintegrasikan keduanya agar mampu menciptakan peluang, berinovasi, dan mengembangkan usaha berbasis teknologi atau technopreneurship.


“Pemanfaatan teknologi harus dipadukan dengan kemampuan bisnis. Inilah yang ingin kita kembangkan di IBITEK. Mudah-mudahan dengan demikian, Alumni kita tidak tertinggal oleh perubahan zaman dan mampu memiliki daya saing yang luar biasa di tingkat nasional,” ungkap Yanuar.


Lebih dari itu, IBITEK juga menyimpan harapan besar agar para alumninya kelak mampu bersaing di tingkat internasional. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, perguruan tinggi perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran.


Upaya adaptasi terhadap teknologi tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa. IBITEK juga memberikan perhatian kepada para dosen agar mereka dapat memanfaatkan AI sebagai bagian dari pengembangan metode pembelajaran di lingkungan Kampus.


Yanuar menyadari bahwa setiap Dosen memiliki latar belakang generasi dan tingkat penguasaan teknologi yang berbeda. Ada Dosen Muda yang relatif akrab dengan perkembangan teknologi digital, tetapi ada pula dosen senior yang membutuhkan pendampingan lebih intensif.


Karena itu, menurutnya, penerapan teknologi tidak bisa dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan kesiapan masing-masing Dosen.


IBITEK memilih pendekatan melalui pelatihan dan pendampingan, dengan melibatkan Dosen-dosen Muda yang memiliki kemampuan serta pengalaman dalam menggunakan teknologi.


“Kami tidak bisa langsung menugaskan Dosen untuk menerapkan AI begitu saja. Dosen kita berasal dari Generasi yang berbeda-beda. Karena itu, pendekatan yang kami lakukan adalah memberikan pelatihan dan mendampingi Mereka dengan bantuan dosen-dosen muda yang memang sangat familiar dengan teknologi,” jelasnya.


Pendekatan tersebut menjadi bentuk komitmen IBITEK agar transformasi digital di lingkungan kampus dapat berlangsung secara bertahap, terarah, dan melibatkan seluruh Tenaga Pengajar.


Bagi IBITEK, perkembangan teknologi bukan alasan untuk meninggalkan dosen yang belum terbiasa menggunakannya. Sebaliknya, perbedaan kemampuan justru menjadi kesempatan untuk membangun budaya belajar bersama, sehingga setiap dosen dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.


Salah satu langkah nyata yang dilakukan IBITEK adalah memberikan pelatihan terkait rekonstruksi kurikulum dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.


Kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi melalui lokakarya atau workshop. Para dosen juga mendapatkan pendampingan dalam memanfaatkan teknologi, termasuk mengintegrasikan AI ke dalam penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).


Dengan demikian, penggunaan AI diharapkan tidak sekadar menjadi tren teknologi, tetapi benar-benar membantu dosen merancang pembelajaran yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan Mahasiswa.


Yanuar menyampaikan bahwa berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan tersebut telah dilaksanakan berulang kali. Hasilnya, proses adaptasi teknologi di lingkungan IBITEK mulai berjalan dengan baik.


Meski demikian, pihaknya tetap membuka ruang pendampingan bagi Dosen yang masih menghadapi kendala, terutama mereka yang belum terbiasa menggunakan perangkat dan aplikasi berbasis AI.


“Alhamdulillah, proses ini berjalan. Kalau masih ada kendala, khususnya bagi dosen yang belum terlalu akrab dengan teknologi, tentu akan kita bantu. Kita ingin terus menggali manfaat AI agar bisa dimanfaatkan secara optimal di lingkungan kampus,” tuturnya.


Langkah IBITEK dalam memperkenalkan dan mengembangkan pemanfaatan AI mencerminkan pentingnya kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.


Teknologi dapat menjadi alat bantu yang bermanfaat, tetapi keberhasilannya tetap membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, pendampingan yang berkelanjutan, serta kemampuan untuk menggunakannya secara tepat.


Melalui penguatan kompetensi dosen, pembaruan kurikulum, dan pengembangan kemampuan technopreneurship, IBITEK berharap dapat menciptakan proses pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan zaman.


Pada akhirnya, tujuan yang ingin dicapai bukan sekadar menjadikan mahasiswa dan dosen mampu menggunakan teknologi terbaru. Lebih dari itu, mereka diharapkan dapat memahami manfaatnya, mengembangkannya menjadi inovasi, dan menerapkannya untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.


Dengan langkah tersebut, IBITEK optimistis dapat mempersiapkan lulusan yang tidak hanya mampu beradaptasi terhadap perubahan, tetapi juga memiliki keberanian untuk menciptakan peluang dan bersaing di tingkat nasional hingga internasional.


Sementara itu, Drs H Faisal Rizani Said MSi, selaku Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Pendidikan Kejuruan Nasional Banjarmasin dalam sambutannya mengutip kata-kata bijak yang berbunyi :


Salah satu kunci keberhasilan pembangunan Bangsa ada pada


SDM unggul yaitu Sumber Daya Manusia yang sehat, kreatif, inovatis, kompetitif, produktif, serta menguasai ilmu


pengetahuan, teknologi, berjiwa entrepreneur, Berakhlak Mulia,


Berakhlaqul Karimah, dan Berwawasan Kebangsaan. Karena itu tegas Faisal, 


menyelenggarakan Pendidikan Tinggi harus dipastikan memiliki


kualitas, kapasitas, dan fokus pada misi membangun SDM unggul

yang kompeten.


untuk itu marilah kita tunjukan Kualitas Terbaik Lulusan Institut


Bisnis Dan Teknologi Kalimantan, pelihara rasa haus akan ilmu


pengetahunan, asah potensi diri terbaik, buktikan saudara bisa menjadi Lulusan yang lebih baik dari Perguruan Tinggi lainnya, karena itu kunci pembuka peluang masa depan adalah tekad, kemauan dan segala usaha yang sepenuh hati dari jiwa kita. 


Sehubungan itu, pihaknya dari Pimpinan Yayasan LPKNI Banjarmasin mensupport Pimpinan Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut : 


1. Berperan aktif dalam ikut serta membantu masyarakat yang kurang beruntung untuk dapat menempuh Pendidikan Tinggi di IBITEK melalui Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 

Beasiswa Yayasan.

2. memfasilitasi tenaga Pendidik/Dosen untuk studi lanjut tingkat

Doktoral.

3. menambah prodi/jurusan baru program pascasarjana Doktor Ekonomi.


Dalam Wisuda tercatat Lulusan Program Magister dan Program Sarjana Tahun Akademik 2025/2026 IBITEK, Manajemen pada Program Sarjana 116 orang dan Akuntansi pada Program Sarjana 113 orang. Sedangkan Manajemen pada Program Magister 110 orang dan Akuntansi pada Program Magister 16 orang.


Sedangkan Lulusan dengan nilai tertinggi Tahun Akademik 2025/2026 IBITEK. Untuk Manajemen pada Program Sarjana atas nama Alya Putri Nabila dengan IPK 3,9 dengan pujian, Rara Jenniesa Kuheba dengan IPK 3,92 dengan pujian dan Dhea Ananda Amelia dengan IPK 3, 92 dengan pujian. 


Untuk Akuntansi pada Program Sarjana atas nama Ivana Rimba dengan IPK 3,92 dengan pujian, Nurhidayati dengan IPK 3,91 dengan pujian dan Nada Noor Ariska dengan IPK 3,88 dengan pujian.


Untuk Manajemen pada Program Magister dengan IPK 4,00 dengan pujian diraih oleh Harris Wiyarta, Novela Deva Puasa Sucifa.F.  dan Windasari Melayanti.


Untuk Akuntansi pada Program Magister atas nama Akhmad Nhafarin dengan IPK 3,93 dengan pujian, Hendri Apriadi dengan IPK 3,85 dengan pujian, dan Nency Pratiwi Aiba dengan IPK 3,82 dengan pujian. 


Kegiatan Wisuda IBITEK juga dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Dinansyah selaku Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Setdaprov Kalsel).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar