PKN Resmi Bentuk SATGASWASMAS MBG Nasional, Patar Sihotang: Kawal Uang Rakyat, Cegah Kebocoran Anggaran
JAKARTA — Koranbmerah putih new..com:2-9-2026:8:05 wib
Pemantau Keuangan Negara (PKN) resmi membentuk Satuan Tugas Pengawasan Masyarakat Makan Bergizi Gratis (SATGASWASMAS MBG) secara nasional. Pembentukan satgas tersebut menjadi langkah PKN untuk memperkuat pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam penggunaan anggaran negara dan pelaksanaan program di tingkat daerah.
Ketua Umum PKN, Patar Sihotang, S.H., M.H., menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Kantor Pusat PKN, Jalan Caman Raya Nomor 7, Jatibening, Bekasi, Selasa (1/9/2026).
Menurut Patar, program MBG merupakan program strategis pemerintah yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah sangat besar dan menyasar jutaan anak Indonesia. Karena itu, menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan dari internal pemerintah, tetapi juga harus melibatkan masyarakat.
“Program nasional yang menyentuh jutaan anak sekolah ini tidak boleh menjadi ladang korupsi baru bagi oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi,” tegas Patar.
Ia mengatakan, pembentukan SATGASWASMAS MBG merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sekaligus memastikan program tersebut berjalan transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan bebas dari praktik penyimpangan.
Risiko Kebocoran Harus Diantisipasi
PKN menilai besarnya anggaran dan luasnya mata rantai pelaksanaan MBG membuat program tersebut memiliki potensi kerawanan apabila tidak diawasi secara ketat.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian PKN antara lain distribusi bahan pangan, kualitas bahan baku, standar dapur, higienitas, permainan harga, potensi mark-up, hingga kemungkinan terjadinya manipulasi data penerima manfaat.
PKN juga menyoroti pentingnya memastikan jumlah porsi makanan sesuai dengan jumlah penerima manfaat yang sebenarnya.
“Pengawasan harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Mulai dari pengadaan bahan pangan, distribusi, pengelolaan dapur, sampai makanan benar-benar diterima dan dikonsumsi oleh anak-anak,” ujar Patar.
Lima Pilar Menjadi Sasaran Pengawasan
Dalam menjalankan tugasnya, SATGASWASMAS MBG PKN akan mendorong pengawasan terhadap sejumlah unsur yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan program.
Pertama, Badan Pangan Nasional (Bapanas), terutama berkaitan dengan kebijakan pasokan dan harga bahan pangan serta rantai distribusi.
Kedua, SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), khususnya menyangkut penyusunan menu, alokasi anggaran per porsi, pemenuhan standar gizi, serta kualitas bahan pangan.
Ketiga, pengelola dapur MBG, dengan perhatian pada higienitas, volume bahan pangan, ketepatan distribusi, serta penyerapan produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.
Keempat, kepala sekolah, terutama dalam memastikan jumlah makanan yang diterima sesuai dengan jumlah siswa dan kualitas makanan memenuhi standar.
Kelima, yayasan pendidikan dan madrasah swasta, agar pelaksanaan program tidak dijadikan ruang bisnis internal yang mengabaikan hak anak didik mendapatkan makanan bergizi.
PKN Dorong Masyarakat Berani Melapor
Patar menegaskan, pengawasan masyarakat bukan dimaksudkan untuk menghambat program pemerintah, tetapi justru untuk memastikan program MBG mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Menurutnya, masyarakat harus menjadi bagian penting dalam mengawasi program yang menggunakan uang negara tersebut.
“Kami mengetuk pintu hati dan kesadaran seluruh kepala sekolah, pengelola dapur, dan pimpinan yayasan di seluruh pelosok negeri. Jangan pernah bermain-main dengan makanan anak-anak kita,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat melaporkan apabila menemukan dugaan pemotongan hak penerima manfaat, manipulasi jumlah siswa, kualitas makanan yang tidak sesuai, permainan harga, maupun dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran MBG.
“Laporkan kepada kami jika melihat, mendengar, atau mengalami pemaksaan untuk menerima pasokan logistik yang tidak berkualitas atau adanya pemotongan hak anggaran,” lanjut Patar.
Target: Tepat Sasaran dan Zero Korupsi
PKN menargetkan keberadaan SATGASWASMAS MBG mampu mendorong empat capaian utama, yakni tepat sasaran, tepat mutu dan nutrisi, memperkuat ekonomi lokal, serta mencegah korupsi.
PKN juga mendorong agar bahan pangan untuk program MBG sebanyak mungkin menyerap hasil produksi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal sehingga program tersebut tidak hanya berdampak terhadap pemenuhan gizi anak, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Untuk mendukung pengawasan tersebut, PKN menyatakan telah membuka posko pengaduan nasional dan menyiapkan pembekalan bagi anggota SATGASWASMAS MBG melalui forum koordinasi digital.
Patar menegaskan, pengawasan terhadap uang negara merupakan tanggung jawab bersama.
“Bersama kita awasi, bersama kita selamatkan uang negara demi masa depan generasi emas Indonesia yang cerdas, sehat, dan bebas dari cengkeraman korupsi.”
PEMANTAU KEUANGAN NEGARA (PKN)
PATAR SIHOTANG, S.H., M.H.
Ketua SATGASWASMAS MBG
Call Center: 0821-1318-5141.
(5411180)
