Dr DIDI SUNGKONO .S.H.,M.H., Pengamat Hukum ," Masyarakat Menanti "SAPU BERSIH " Dittipidnarkoba Bareskrim Mabes Polri Di Tempat Hiburan Malam
SURABAYA - KORAN MERAH PUTIH NEWS. COM
Miris dan memprihatinkan, mengerikan , rusaknya anak bangsa berawal dari rusaknya moral dan mental generasi muda , minimal beralkohol tinggi , narkoba seakan hal yang wajar dan biasa ,patut diduga semua kebal hukum ,karena ada backing dari oknum oknum aparat yang ada dikota pahlawan ini, tidak mungkin oknum oknum aparat ini tidak tahu, ada BNNP, ada Intel negara, ada Reskoba Polda Jawa Timur , Polrestabes, tapi faktanya semua bagaikan " macan ompong," Ujar Didi Sungkono
Perlu masyarakat ketahui , peredaran narkoba di tempat hiburan malam (THM) seperti sabu dan ekstasi ibarat rahasia umum yang riuh di bawah remang lampu disco.
Berdasarkan investigasi wartawan berita PATROLI selama beberapa pekan
Fenomena ini tidak hanya terjadi di ibu kota, tetapi juga di kota-kota besar lain, termasuk Surabaya sebagai metropolitan terbesar kedua di Indonesia.
Publik kerap mempertanyakan Kapan giliran Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menyapu bersih jaringan hiburan malam di Surabaya?. Pertanyaan ini bukan tanpa alasan, melainkan dipicu oleh rekam jejak ketegasan Bareskrim Polri yang terbukti konsisten merazia dan membongkar jaringan narkoba lintas daerah di berbagai wilayah:
Maret 2026 (Jakarta Selatan). Penggerebekan klub malam ternama yang membongkar keterlibatan staf internal hingga penyitaan ekstasi, ketamin, dan cairan etomidate. Mei 2026 (Medan, Sumatera Utara). Penggerebekan THM New Zone atas dugaan peredaran gelap narkotika.
Agustus 2026 (Denpasar, Bali). Operasi besar-besaran di kelab malam Five Stars Bali yang berhasil mengamankan 53 orang beserta barang bukti. Batam, Kepulauan Riau, penyegelan HH Club / Planet 3.0 Pub & KTV serta penangkapan aktor intelektual/DPO bandar besar hingga ke luar negeri.
Mengapa Surabaya menjadi sorotan
Secara geografis dan ekonomi, Surabaya merupakan pusat gravitasi bisnis hiburan di Jawa Timur. Aktivitas malam yang masif berkelindan dengan perputaran uang yang tinggi. Kondisi ini secara atomatis menjadikan THM di Surabaya tempat yang rentan disusupi peredaran barang haram.
Bukan rahasia lagi, sejumlah THM di Surabaya disinyalir menjadi sarang masif peredaran narkoba.
Ketika tempat-tempat hiburan di Sumatra, Jakarta, hingga Bali mulai diberantas secara intensif oleh Bareskrim, pola peredaran narkoba cenderung mengalami pergeseran (displacement effect). Kota besar yang dianggap "aman" atau belum tersentuh tindakan tegas berskala nasional berpotensi menjadi muara baru bagi para bandar.
Mengapa peran Bareskrim Polri diperlukan?. Meskipun jajaran polda dan polrestabes setempat kerap melakukan razia rutin, intervensi langsung dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memberikan dampak tersendiri.
Peredaran ketamin atau ekstasi di kelab malam jarang berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan pasokan sindikat besar. Bareskrim memiliki fleksibilitas dan jangkauan intelijen lintas wilayah hingga ke tingkat internasional. Kehadiran tim pusat kerap menjadi stimulus efektif untuk mendobrak "kebuntuan" atau dugaan kebocoran informasi saat razia lokal diselenggarakan.
Pembongkaran kasus di Batam dan Bali membuktikan Bareskrim tidak sekadar menyasar pengedar di lapangan, melainkan memiskinkan bandar hingga pemilik (owner) lewat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Keberhasilan Bareskrim Polri membongkar jejaring THM dibeberapa wilayah membuktikan tidak ada tempat aman bagi peredaran narkotika.
Bagi warga Surabaya, langkah tegas Mabes Polri di kota-kota lain bukanlah sekadar berita daerah lain, melainkan warning keras. Tinggal menunggu waktu hingga operasi serupa menjangkau ruang-ruang remang di Kota Pahlawan demi memastikan bisnis hiburan berjalan bersih tanpa bayang-bayang narkoba.
Dr Didi Sungkono.S.H.,M.H., ," Banyak Oknum alat negara yang terlibat peredaran barang haram ini sangat membahayakan stabilitas negara , terutama penerus generasi bangsa , narkoba harus diberantas ,hukuman berat dan dimiskinkan ," Ujar DidiLabih jauh Didi mengatakan," Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.
Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan.
Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan.
Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi. Meski dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya.
Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali," ungkap Didi Sungkono
(Redho)
